Header Ads

Setelah Saya Pisuhi dalam Hati, Ternyata Ini Penjelasan Ibu Menkeu Sri Mulyani

Angkringan.xyz - Kapan hari saya posting tulisan tentang biaya pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan yang disingkat dengan cara mengambil huruf depan setiap kata menjadi STNK, naik dua kali lipat. Istilah matematisnya naik 100%, kalau orang sosial bilang naiknya kebangetan, orang fisika bilang naiknya bikin e=mc² (endhasku=mumet.cenut²). Belum lagi kalau orang kimia bilang, naiknya kayak emas bercampur sulfur. Berhubung saya penjual angkringan, saya cuma mau bilang naiknya marai misuh.

penerangan-sri-mulyani

Iya, saya misuh dalam hati saya. Saya misuhnya paling cuma bilang 'asem!'. Meskipun sebenarnya menurut sejarah dan tata bahasa misuh, kata asem dengan tanda seru merupakan turunan kata dari asu dengan tanda seru. Diplesetkan begitu ceritanya. Sama seperti kata bajingan yang disamarkan menjadi kata seperti bajigur, bajinguk, bajidak, bajingsit, bajingak, bajindul, bajilak, dan baji-baji yang lain.

Baiklah, kembali ke misuh.. 

Bagaimana tidak misuh, tarif listrik 900 VA juga akan naik menyusul pemerintah akan mencabut subsidinya bagi yang dianggap mampu oleh pemerintah. Kata pemerintah, sudah mampu kok masih pakai 900 VA. Tapi mau bagaimana lagi, kita ini kan cuma rakyat mikro, lebih kecil dari rakyat kecil. Jangan-jangan kita ini rakyat nano yang nggak akan pernah dianggap pisuhannya suaranya.

Yang nggak ngerti apa itu nano, bisa tanya sama rumput yang bergoyang.

Ya sudahlah, kita tilik apa penjelasan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengenai kenaikan demi kenaikan yang sedang digalakkan oleh pemerintah.

Saya kutip pernyataanya dari liputan6.com saja ya..

Tapi kok dirasa-rasa saya sering banget mengutip dari liputan6.com ya, apa karena kawan saya ada yang jadi jurnalis disana? Entahlah. Mun6kin karena saya memang agak sentimentil dengan segala sesuatu yang berbau angka 6.

Soal STNK

"Polri sejak 2010 atau sudah 7 tahun tidak pernah melakukan penyesuaian tarif, jadi sekarang Kepolisian RI  memperbaiki servis ke masyarakat untuk pengurusan STNK, dan lainnya," ujar Sri Mulyani di kantornya, Jakarta, Selasa (3/1/2017).

Untuk diketahui, Penerimaan Negara Bukan Hibah (PNBP) ditargetkan mencapai Rp 250 triliun pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017. Target ini naik dari patokan di APBN-P 2016 sebesar Rp 245,08 triliun dan realisasinya melebihi target yakni sebesar Rp 262,36 triliun atau 107 persen.

Artikel Terkait: Ini Dia Biaya Pengurusan STNK Motor 2017

Sri Mulyani menuturkan, ada beberapa tarif layanan oleh Kementerian/Lembaga akan naik di 2017 seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan. Pendapatan dari jasa layanan ini akan masuk pada pos PNBP tahun depan. Salah satu yang mengalami kenaikan tarif adalah biaya pengurusan STNK.
Itu baru salah satu sodara.. masih ada salah duanya..

Soal Subsidi Listrik

"Anggaran subsidi listrik membengkak sebesar Rp 12,4 triliun di APBN-P 2016 sementara. Ini yang jadi perhatian kita," kata Sri Mulyani saat Konferensi Pers di kantornya, Jakarta, Selasa (3/1/2016).

"Rencana awal menaikkan tarif listrik golongan 900 VA, tapi ternyata ditunda sehingga mengalami anggaran naik 24 persen di realisasi sementara dibandingkan pagu APBN-P 2016," Sri Mulyani menerangkan.

Dan..

Ternyata Ibu Menkeu sendiri yang akan menerangkan rumah kita dari kegelapan malam sodara-sodara!

Maaf saya terbawa emosi hingga tak sadarkan diri..
menjelaskan = membuat jelas
menerangkan = membuat terang
Semoga kita semua bisa menerima penerangannya, kalau terpaksanya nggak terima ya silakan misuh saja sepuasnya dalam hati. Tapi ya jangan misuh saja, tetap berusaha cari rejeki yang banyak biar mampu membayar tanpa misuh alias ikhlas demi kemajuan pembangunan negara kita. Istilahnya Pak Jokowi, Ayo Kerja!

Istilahnya bakul angkringan,
Ayo mbut gawe!

1 comment:

  1. ah iya ya mas. apa-apa naik. semoag saja tak menjalar pada kenaikan sembako. Kalau iya bisa ikutan misuh saya. ;-)

    ReplyDelete

Powered by Blogger.